I will make u smile and happy... I promise...
with everything I have, with everything I get, with everything I do..
Someday I'd say that I love you more often than forgive me.. I promise
I'll be the one who knows how to make you smile, not more clever apology ..
right now I'm learning to understand you, and always so..
every day, every hour, every moment of my life..
Jumat, 11 April 2014
Kamis, 12 Desember 2013
FADILAH SURAT AL-WAQIAH
Bandung, 12 Desember 2013
Assalamualaikum
warahmatullahi wabarokatuh
Postingan kali
ini, saya benar-benar takjub dengan kebesaran Allah SWT.. Allahuakbar...
bukan bermaksud riya (sombong),, tapi tulisan ini hanya berniat untuk berbagi kebaikan dan agar level keimanan kita bertambah,, insya Allah
bukan bermaksud riya (sombong),, tapi tulisan ini hanya berniat untuk berbagi kebaikan dan agar level keimanan kita bertambah,, insya Allah
Berawal
ketika saya sedang mengerjakan proposal tesis (saat ini saya sedang menempuh
pendidikan program pascasarjana magister pendidikan matematika). Seperti biasa,
sejak kuliah S1 jikalau saya mengerjakan
tugas kuliah ataupun menyusun skripsi, saya selalu mendengarkan tausiyah ustadz
Yusuf Mansur. Walaupun koleksi tausiyah yang saya punya hanya sedikit (tentang
sedekah dan itu-itu aja judulnya yg diputar) tapi saya tak pernah bosan dengan
tausiyah ustadz YM, saya selalu mendengarkan berulang-ulang, bahkan sampai pagi
(sambil begadang). Dan hal ini selalu saya lakukan ketika mengerjakan sesuatu
menggunakan Laptop.
Entah
kenapa saya mulai hobby menbaca surat Al-Waqiah setelah mendengar tausiyah
ustadz YM tentang “Fadilah Surat Al-Wa’qiah” (kalo ga salah mulainya saat mendekati
sidang skripsi, Februari 2013). Isi tausiyahnya tentang pahala dan ganjaran
bagi siapa saja yang membacanya. Saya belajar istiqomah membaca Al-Waqiah
setiap ba’da shalat wajib. Saat itu saya membaca saja tanpa berpikir apa-apa,
terutama tentang pahalanya..
Setelah
sidang skripsi, saya menganggur (belum dapat pekerjaan). Lamaran yang saya
ajukan disana-sini ditolak, entah kenapa saya juga bingung. Lalu saya
ikut-ikutan mencoba tes seleksi program pascasarjana di salah satu PTN di
Bandung. Ketika pengumuman kelulusan, saya merasa tidak percaya kalo saya lolos
seleksi. Saat itu hanya ada sedikit kebahagiaan dipikiran saya, karena saya
memikirkan uang kuliah nanti bagaimana... Namun, Alhamdulillah, saya mendapat
beasiswa full untuk melanjutkan kuliah saya.. INI SEMUA KEHENDAK ALLAH
Hari
ini (12-12-13) setelah shalat maghrib, seperti biasa saya melanjutkan dengan
membaca surat Al-Waqiah.. selepas membaca Al-Waqiah, saya melanjutkan
mengerjakan tugas proposal tesis saya sambil memutar recording tausiyah ustadz YM. Biasanya saya mendengarkan tausiyah
tentang “sedekah”, namun kali ini saya merasa bosan dengan tema sedekah dan memilih mendengarkan
tausiyah tentang “Fadilah Surat Al-Waqiah”. Saya pikir, “udah lama nih ga
denger tausiyah tentang ini”.
Sambil
mendengarkan dan mengerjakan proposal tesis, saya terfokus dengan perkataan
ustadz YM ketika beliau berkata, “di Surat Al-waqiah ada 1810 huruf, tiap huruf
yang kita baca akan dikalikan 10 pahala ketika kita membcanya”. Ketika mendengar
perkataan itu saya berpikir, apakah benar? Kemudian saya mencoba
mengingat-ingat kapan saya mulai hobby baca Al-Waqiah dan saya hitung-hitung hehe
(karena kata ustadz YM, “kalo ga percaya coba aja dihitung!!”).
Inilah
hasil perhitungan saya beasiswa saya:
- Huruf dalam Al-Waqiah = 1810 huruf
- Pahala membaca 1 huruf = 10x
- Shalat wajib dalam sehari = 5x
- Saya mulai hobby membaca (kira-kira) bulan Februari 2013, sedangkan beasiswa cair bulan November (bulan ke-11) = jarak februari-november = 10 bulan
1810 x 10 x 5 x 31hari x 5bulan (maret, mei, juli, agustus,
oktober) = Rp. 14.027.500
1810 x 10 x 5 x 30hari x 4bulan (april, juni,
septemer, november) = Rp. 10.860.000
1810 x 10 x 5 x 28hari (februari) =
Rp. 2.534.000 +
Rp. 27.421.000
Ya Allah,, saya baru ngeh jumlah itu sama persis seperti jumlah
beasiswa saya untuk 1 semeter dan tepat cair bulan November.. subhanallah..
Allahuakbar...
Saya benar-benar yakin bahwa janji Allah pasti Dia tepati... Allahuakbar... mungkin tanpa beasiswa itu, dan khususnya tanpa kehendak Allah, saya tidak bisa melanjutkan kuliah....
jazakallah ustadz Yusuf Mansur atas ilmu yang ustadz sampaikan...
Selasa, 12 November 2013
Khasiat Ayat Kursi
Kamis, 26 September 2013
2. Baca pada saat tidur, Malaikat akan menjagamu sepanjang malam.
Setelah selesai kuliah, seperti biasa kami (aku, a Ahmad Dimyati (Banten), kak Sowanto (Bima, NTB), dan teh Leli (Sumedang)) berdiskusi materi kuliah yang baru saja selesai, yaitu mata kuliah Geometri. Ketika sedang asyik berdiskusi, kami dikagetkan oleh teguran salah satu karyawan di gedung Pusat TIK UPI, "punten aa dan teteh, waktu berkunjungnya sudah habis, sudah jam 5 sore lewat". Lalu pun menjawab, "iaa pak, maaf yah kami khilaf hehe... makasih yah pak sudah mengingatkan".
Perjalanan pulang pun kami memilih melewati masjid Daarit Tauhid karena waktu udah mepet maghrib.. sepanjang perjalanan kami berdebat untuk hadir atau tidak dalam kajian rutin malam jum'at bersama Aagym.. karena pada kajian sebelumnya Aagym berkata bahwa beliau kemungkinan tidak bisa mengajar dipertemuan berikutnya karena beliau sudah berangkat melaksanakan rukun Islam yang ke-5... namun ketika akhirnya kami memutuskan untuk shalat mahgrib di masjid Daarut Tauhid hanya shalat maghrib lalu pulang ke kosan masing-masing, dan ternyata yang mengimami shalat kami adalah Aagym sendiri.. ba'da shalat kami langsung duduk ditempat kami shalat sambil mendengarkan kajian dari Aagym...berikut rangkuman isi kajiannya:
Khasiat Ayat Kursi:
1. Baca setelah shalat, Maka jarak antara kamu dan surga hanyalah kematian.
Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ، إِلا الْمَوْت
“Barangsiapa membaca ayat kursi setelah setiap shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya dari masuk surga selain kematian.”
(HR. ath-Thabrani no. 7532, dihukumi shahih oleh al-Albani)
Dalam kisah Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dengan setan yang mencuri harta zakat, disebutkan bahwa setan tersebut berkata,
“Biarkan aku mengajarimu beberapa kalimat yang Allah memberimu
manfaat dengannya. Jika engkau berangkat tidur, bacalah ayat kursi.
Dengan demikian, akan selalu ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan
tidak akan mendekatimu sampai pagi.”
Ketika Abu Hurairah menceritakannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, beliau berkata,
“Sungguh ia telah jujur, padahal ia banyak berdusta.” (HR. al-Bukhari no. 2187)
Jumat, 12 Juli 2013
^^ Akhir yang Bahagia ^^
Hampir setengah tahun lebih aku berteman dengan Icha, gadis imut dan manja itu tak terasa ada dihatiku. Kami sangat dekat sekali sampai-sampai teman-teman sekelasku menganggap Icha sebagai adikku. Dulu bisa dibilang aku cowok yang pendiam tapi setelah kedatangan Icha disampingku aku jadi sedikit berubah, Icha selalu memberi warna disetiap hari-hariku.
Pagi itu aku melihat ke bangku Icha yang belum terlihat juga batang hidungnya, selang beberapa menit Icha pun datang sambil menekuk wajahnya.
"Kenapa Cha, lo belom ngerjain PR Matematika yah?" tanyaku.
"Bukan itu... kalo itu sih udah selesai dari kemarin... " jawabnya sambil ngambek.
"Terus kenapa donk... sampe-sampe mukanya kusut gitu?" ledekku.
"Gue berantem sama cowok gue... " jawab Icha sebel. Tubuhku rasanya seperti tersiram air panas yang sangat panas ketika mendengar jawaban itu keluar dari mulut mungilnya. Ternyata selama ini Icha sudah mempunyai kekasih. Dengan menahan rasa kaget aku pun kembali bertanya. "Emang masalahnya apa sampe lo berantem?"
"Ternyata selama ini Indra ngeduain gue, dia itu bener-bener playboy" jawabnya sambil marah-marah saking sebelnya. Aku tau walau Icha itu anak manja tapi dia bukan tipe cewek cengeng, paling-paling sebelnya segede gunung hehe...
----------------------------------------------oOo--------------------------------------------------
Keesokannya Icha menghampiriku sambil terlihat bahagia diwajahnya. Mungkin dia sudah baikan sama pacarnya itu, pikirku.
"Hai Dimas, lo tau gak kenapa hari ini gue seneng banget... " tanya si imut itu.
"Gue coba tebak... hari ini pasti ultah lo yah?" jawabku ngaco dan Icha cuma menggelengkan kepalanya dan membuka mulutnya. Rasanya aku ingin menutup kupingku saat itu juga karena aku belum siap mendengar cerita Icha.
"Elo tau gak, semalem gue minta putus sama Indra. Gue nggak mau dia cuma mainin gue doank ... " Icha bercerita dengan ceria sekali. Kalo kabar itu sih aku juga seneng, kirain mau ngomong apa, jawabku dalam hati. Tapi... tunggu, tunggu... bukannya kalo orang putus kan sedih, tapi Icha kenapa seneng banget yah....
"Kok elo malah seneng sih Cha... ?" tanyaku penasaran
"Iya seneng lah... gue kan jadi bisa bebas, lagian gue udah bilang sama Indra kalo gue juga udah punya penggantinya dia ... " jawab Icha lagi. Haaaah..... apaaaa? pengganti....Kenapa sih jawabannya Icha selalu bikin gue bingung.
----------------------------------------------oOo--------------------------------------------------
Jam berganti jam, hari berganti hari tapi Icha tak juga memberitahu siapa yang jadi pengganti cowoknya itu. Pengennya sih nanya langsung tapiiii aku takut Icha marah karena mau tau aja urusan dia.
Sore itu aku dan Icha sepakat untuk shoping bersama ke salah satu tempat yang ramai di Jakarta. Dari nonton, belanja, makan, dan yang berbau kebersamaan telah kami lakukan. Memang sih pergi berdua seperti ini sudah kami lakukan berkali-kali tapi kali ini aku merasa berbeda, aku merasa sudah pacaran sama Icha dan rasanya ingin selamanya begini.
Karena hari sudah lumayan gelap kami putuskan shoping kali ini cukup sampai disini. Kami berjalan ke basement di lantai paling bawah. Kami mendengar ada suara yang memanggil nama Icha. Icha pun menoleh kearah suara tersebut begitu juga aku. Ada seorang cowok yang berlarian menuju kami, secepat kilat tangan Icha melingkar ketanganku, dalam hati aku bertanya-tanya siapa sih cowok itu? apa dia orang jahat? tapi aku cuma diam saja.
Cowok itu berhenti tepat didepan kamu dan menatap lama kearahku.... Lalu cowok itu berkata yang kata-katanya tak lebih seperti mengejek. "jadi... ini Cha cowok yang lo maksud???" perkataan cowok itu membuat aku bingung, benar-benar bingung dan penuh tanda tanya...
"Cowok kayak gini yang ngegantiin gue Cha?" tanya cowok itu lagi. Aku baru mengerti sekarang kalau cowok ini adalah Indra pacarnya Icha,, eeh salah, maksudku mantannya Icha...Sepertinya Icha tak menanggapi pertanyaan Indra. Icha langsung mengajakku untuk pergi. Tapi Indra berkata, "Cha... lo belom jawab pertanyaan gue?" mendengar kalimat itu Icha berhenti dan berbalik kearah Indra.
"Elo bisa liat gak sih?" kata-kata Icha itulah yang membuatku kaget pake banget. Itu berarti .... "Udah jelas kan sekarang... gue mau pulang aah udah malem" Icha berkata sambil berjalan meninggalkan Indra yang terpaku sendiri disana.
"Cha.. maksud lo apa yang tadi itu... " belom sempet pertanyaanku selesai, Icha sudah menjawabnya. "Gue serius kok..." sambil masuk ke mobil, aku pun mengikuti Icha masuk ke mobilku. "Apa? gue gak salah denger?" kataku tersenyum kepadanya lagi. yang ditanya malah cemberut. "Coba bilang sekali lagii.." kataku tak percaya.
"Enggak aah... cewek itu dilarang ngomong kaya gituan, apalagi sampe dua kali..." katanya sambil pura-pura ngambek. "Jadi pengennya gue nih yang ngomong??" tanyaku ngeledek.
"Terserah.... kalo gak kepengen, ya gue pulang sama Indra" Icha menjebak. "Oke,, tapi jelasin sedikiiit aja kenapa lo bisa ngomong kaya tadi?" pintaku dan Icha mengangguk
"Ehmm... karena lo baik, pinter, dan dewasa dibandingkan gue.. dan yang paling penting lo itu jenius banget... So, gue jadi bisa nyontek deh.. hehhee" jelasnya diiringi candaan.
"Dasar..." kataku sambil mengjitaknya. "Mangkanya belajar yang rajin donk...."
"Iya... iyaa... tapi walau bagaimanapun juga gue nggak bakal bisa ngalahin lo kan... " Aku tersenyum bangga. "iiih... Ge-er,, yaudah sekarang ngomong..." pinta Icha
"Gue suka.... kita kayak gini, gue cintaaaa... manja lo, gue sayaaaang... sama lo. kalo lo sama dia, gue..... hmmm... mau pulang aaaaahhhh....hehhe" aku langsung menjalankan mobilku dan ....
"Aaah...... Dimas jahat.... yang terakhir belom tuuuh...." kata Icha sambil mukulin aku sampai tulang-tulangku hancur, padahal sih pake bantal, hehhe....
Semenjak itu hubungan aku dan Icha nggak tau harus dibilang apa, mau dibilang pacaran, saudara, teman, kakak-adik, atau apapun kami terima karena kami saling percaya satu sama lain. Karena itulah yang membuat kami bertahan dan bahagia
The End
Created by Q-One
Senin, 03 Juni 2013
ZERO BUDGET (Rp 0) SEKOLAH NGGAK HARUS BAYAR KOK :D
tulisan ini berawal dari sebuah pesan singkat dari seorang sahabat tentang pengumuman seleksi masuk SPS UPI (Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia),, pegumuman yang telah berhasil mem-PHP-kan kami karena pengumumannya diundur dari jadwal yang tertera di web resminya,, dan pengumuman yang sangat kami harapkan kami lolos seleksinya, agar dapat melanjutkan studi pascasarjana disana..
walaupun kami sadar,, kemampuan kami hanya pas-pasan,, terutama jika dilihat dari kehidupan ekonomi kami,, kami hanyalah kumpulan mahasiswa/i yang baru saja lulus dan menyandang gelar Sarjana Pendidikan,, namun belum mendapat pekerjaan mengajar yang tetap,, terutama saya..
yang kami takutkan utama adalah bukanlah lolos atau tidaknya,,karena jika kami tidak lolos yasudah tidak apa-apa, berarti kami diuji olehNya tentang kesabaran,, tetapi jika kami lolos, maka kami harus segera membayar Rp. 7jt untuk biaya kuliah semester pertama,, bukan hanya itu saja,, kami juga takut kalau nantinya kami putus kuliah ditengah jalan karena alasan ekonomi.. Oleh sebab itu kami sangat mengharapkan mendapatkan beasiswa dari BBP-DN kementrian pendidikan, atau beasiswa lainnya
yaps,, tepat ketika adzan dzuhur hp ku berbunyi, bertanda ada sebuah sms masuk.. ketika kubaca, ternyata sms dari salah seorang sahabatku yang isinya, "pengumuman upi kan katanya minggu ini, udah pada nyiapin uang 7jt belum :| kalo udah bayar tapi ternyata pengumuman beasiswanya kita nggak dapet gimana?"
sambil mendengarkan adzan, aku berpikir sejenak... lalu aku jawab, "gue sih belum nyiapin uang 7jt.. kalo pun kita udah terdaftar dan udah bayar, yaudah kita lanjutin aja kuliahnya :-) Man jadda wajada.. Allah pasti kasih apa yang hambaNya butuh ;-)"... entah pikiran apa yang telah merasukiku sehingga menjawab seperti itu,, setelah membalas pesan itu, akupun bergegas shalat dzuhur...
setelah selesai shalat,, hp ku berbunyi lagi bertanda sebuah pesan masuk,, ketika kulihat, masih dari orang yang sama dan isinya, "kata bokap gw kalo gak dapet beasiswa gak kuliah kii. Bokap gw takut gw berenti ditengah jalan :'("... hmm,, pesimis sekali isi pesan ini pikirku...
aku jadi teringat salah satu pesan dari guruk pamongku ketika aku sedang skripsi, tepatnya uji validitas... Miss Vienny Juliawati namanya,, walaupun beliau tak pernah secara resmi mengajarku dikelas layaknya guru-guruku yang lainnya,, tapi ketika bertemu dengannya,, aku merasa menadapatkan pencerahan..
yang aku ingat dari Miss Vienny adalah kisah ketika beliau melanjutkan kuliah S2 Psikologi di UI (Universitas Indonesia), beliau berkata bahwa beliau sama sekali tidak mengeluarkan uang se-sen-pun atau sering ia sebut dengan istilah zero budget (Rp. 0).. beliau menempuh S2 dengan mendapatkan beasiswa full, entah darimana beliau mendapatkannya, tak pernah diceritakan... beliau pernah berkata, "kii, kalo kamu mau terbang, terbanglah seperti burung... terbang setinggi-tingginya, gapai apa yang kamu inginkan... jangan terbang seperti ayam, yang hanya puas telah menaiki pagar... kamu punya potensi untuk menjadi lebih kii,, jangan sia-siakan potensimu"
setelah mengingat kisah Miss Vienny,, aku pun membalas sms itu, "kalo Allah mengizinkan kita kuliah disana, berarti DIA juga pasti akan memenuhi kebutuhan kita kan :-).. Allah nggak akan pernah mencelakakan hambaNya... ayoo kita semangat, jangan kalah hanya karena uang, tuhan kita bukan uang kan?"
sejenak kemudian hp ku pun berbunyi lagi, menandakan ada pesan yang berisi, "huft.. iya kii, bismillah"... setelah membaca pesan itu, aku pun ikut senang,, senang karena sahabatku kembali ceria :D
kemudia aku pun bertadarus sebentar,, seperti biasa, aku membaca surat kesukaanku, yaitu Q.S. Ar-Rahman.... setelah selesai, aku jadi teringat betapa besar kenikmatan yang Allah berikan kepada kami, umatNya.... betapa besar kenikmatan yang DIA berikan kepadaku untuk bisa belajar dan duduk di bangku sekolah dan perkuliahan....
teringat olehku, bagaimana kisah perjuangan aku untuk bersekolah dulu.... Krisi Moneter (1998) yang ketika itu aku masih duduk di kelas 2 SD menyebabkan ayahku di PHK oleh perusahaanya,, saat itu aku memang belum tahu apa artinya krisis moneter, PHK, pengangguran, dan arti uang untuk kehidupan keluarga kami...
setelah di PHK, ayah sempat menganggur beberapa saat, lalu bekerja serabutan, kuli pasar, kuli bangunan, mencoba dagang, dan terakhir bekerja jadi security di salah satu perusahaan swasta. pada saat itulah secercah cahaya datang untuk mengubah pendidikan kami, anak-anaknya... perusahaan itu memberikan beasiswa untuk anak-anak dari karyawannya yang berprestasi di sekolah... dan tentu saja aku berusaha untuk terus dan selalu menadapatkan beasiswa itu...
sejak kelas 4 SD hingga aku lulus kuliah S1,, alhamdulillah aku selalu berprestasi,, sebenarnya, motivasi untuk berprestasi bagiku bukan untuk pamer bahwa akulah juara di kelas,, tapi lebih tepatnya hanya untuk mendapatkan beasiswa dari kantor ayahku dan agar aku bisa belajar dan melanjutkan studiku.. tak sedikit teman-temanku yang bertanya, " kii, kenapa sih lu bisa pinter? ajarin kita dong".. aku hanya tersenyum dan menjawab, "dengan belajar :)"... oleh karena itu, aku sangat senang menuntut ilmu dan berbagi ilmu kepada siapa saja, karena ilmu itu milik semua umat, tidak ada hak kita untuk mengkomersilkan ilmu.
aku sadar bahwa selama ini, aku juga zero budget,, dan aku berharap studi S2 ku juga mendapaikan beasiswa full atau zero budget :D
amiiin ya Allah :)
Jakarta, 3 Juni 2013 15.45
walaupun kami sadar,, kemampuan kami hanya pas-pasan,, terutama jika dilihat dari kehidupan ekonomi kami,, kami hanyalah kumpulan mahasiswa/i yang baru saja lulus dan menyandang gelar Sarjana Pendidikan,, namun belum mendapat pekerjaan mengajar yang tetap,, terutama saya..
yang kami takutkan utama adalah bukanlah lolos atau tidaknya,,karena jika kami tidak lolos yasudah tidak apa-apa, berarti kami diuji olehNya tentang kesabaran,, tetapi jika kami lolos, maka kami harus segera membayar Rp. 7jt untuk biaya kuliah semester pertama,, bukan hanya itu saja,, kami juga takut kalau nantinya kami putus kuliah ditengah jalan karena alasan ekonomi.. Oleh sebab itu kami sangat mengharapkan mendapatkan beasiswa dari BBP-DN kementrian pendidikan, atau beasiswa lainnya
yaps,, tepat ketika adzan dzuhur hp ku berbunyi, bertanda ada sebuah sms masuk.. ketika kubaca, ternyata sms dari salah seorang sahabatku yang isinya, "pengumuman upi kan katanya minggu ini, udah pada nyiapin uang 7jt belum :| kalo udah bayar tapi ternyata pengumuman beasiswanya kita nggak dapet gimana?"
sambil mendengarkan adzan, aku berpikir sejenak... lalu aku jawab, "gue sih belum nyiapin uang 7jt.. kalo pun kita udah terdaftar dan udah bayar, yaudah kita lanjutin aja kuliahnya :-) Man jadda wajada.. Allah pasti kasih apa yang hambaNya butuh ;-)"... entah pikiran apa yang telah merasukiku sehingga menjawab seperti itu,, setelah membalas pesan itu, akupun bergegas shalat dzuhur...
setelah selesai shalat,, hp ku berbunyi lagi bertanda sebuah pesan masuk,, ketika kulihat, masih dari orang yang sama dan isinya, "kata bokap gw kalo gak dapet beasiswa gak kuliah kii. Bokap gw takut gw berenti ditengah jalan :'("... hmm,, pesimis sekali isi pesan ini pikirku...
aku jadi teringat salah satu pesan dari guruk pamongku ketika aku sedang skripsi, tepatnya uji validitas... Miss Vienny Juliawati namanya,, walaupun beliau tak pernah secara resmi mengajarku dikelas layaknya guru-guruku yang lainnya,, tapi ketika bertemu dengannya,, aku merasa menadapatkan pencerahan..
yang aku ingat dari Miss Vienny adalah kisah ketika beliau melanjutkan kuliah S2 Psikologi di UI (Universitas Indonesia), beliau berkata bahwa beliau sama sekali tidak mengeluarkan uang se-sen-pun atau sering ia sebut dengan istilah zero budget (Rp. 0).. beliau menempuh S2 dengan mendapatkan beasiswa full, entah darimana beliau mendapatkannya, tak pernah diceritakan... beliau pernah berkata, "kii, kalo kamu mau terbang, terbanglah seperti burung... terbang setinggi-tingginya, gapai apa yang kamu inginkan... jangan terbang seperti ayam, yang hanya puas telah menaiki pagar... kamu punya potensi untuk menjadi lebih kii,, jangan sia-siakan potensimu"
setelah mengingat kisah Miss Vienny,, aku pun membalas sms itu, "kalo Allah mengizinkan kita kuliah disana, berarti DIA juga pasti akan memenuhi kebutuhan kita kan :-).. Allah nggak akan pernah mencelakakan hambaNya... ayoo kita semangat, jangan kalah hanya karena uang, tuhan kita bukan uang kan?"
sejenak kemudian hp ku pun berbunyi lagi, menandakan ada pesan yang berisi, "huft.. iya kii, bismillah"... setelah membaca pesan itu, aku pun ikut senang,, senang karena sahabatku kembali ceria :D
kemudia aku pun bertadarus sebentar,, seperti biasa, aku membaca surat kesukaanku, yaitu Q.S. Ar-Rahman.... setelah selesai, aku jadi teringat betapa besar kenikmatan yang Allah berikan kepada kami, umatNya.... betapa besar kenikmatan yang DIA berikan kepadaku untuk bisa belajar dan duduk di bangku sekolah dan perkuliahan....
teringat olehku, bagaimana kisah perjuangan aku untuk bersekolah dulu.... Krisi Moneter (1998) yang ketika itu aku masih duduk di kelas 2 SD menyebabkan ayahku di PHK oleh perusahaanya,, saat itu aku memang belum tahu apa artinya krisis moneter, PHK, pengangguran, dan arti uang untuk kehidupan keluarga kami...
setelah di PHK, ayah sempat menganggur beberapa saat, lalu bekerja serabutan, kuli pasar, kuli bangunan, mencoba dagang, dan terakhir bekerja jadi security di salah satu perusahaan swasta. pada saat itulah secercah cahaya datang untuk mengubah pendidikan kami, anak-anaknya... perusahaan itu memberikan beasiswa untuk anak-anak dari karyawannya yang berprestasi di sekolah... dan tentu saja aku berusaha untuk terus dan selalu menadapatkan beasiswa itu...
sejak kelas 4 SD hingga aku lulus kuliah S1,, alhamdulillah aku selalu berprestasi,, sebenarnya, motivasi untuk berprestasi bagiku bukan untuk pamer bahwa akulah juara di kelas,, tapi lebih tepatnya hanya untuk mendapatkan beasiswa dari kantor ayahku dan agar aku bisa belajar dan melanjutkan studiku.. tak sedikit teman-temanku yang bertanya, " kii, kenapa sih lu bisa pinter? ajarin kita dong".. aku hanya tersenyum dan menjawab, "dengan belajar :)"... oleh karena itu, aku sangat senang menuntut ilmu dan berbagi ilmu kepada siapa saja, karena ilmu itu milik semua umat, tidak ada hak kita untuk mengkomersilkan ilmu.
aku sadar bahwa selama ini, aku juga zero budget,, dan aku berharap studi S2 ku juga mendapaikan beasiswa full atau zero budget :D
amiiin ya Allah :)
Jakarta, 3 Juni 2013 15.45
Langganan:
Postingan (Atom)