Kamis, 17 April 2014

Sungguh, Engkau maha kuasa atas segala sesuatu

Suatu malam di tahun 2003, datanglah ke rumah saya, seorang sesepuh (orang yang kaya dan dihormati) di lingkungan masyarakat sekitar rumah saya. Setelah ngobrol ngalor-ngidul dengan ayah saya, tiba-tiba beliau berkata, "keluarga sini mah, paling juga anak-anaknya sekolah cuma sampe SMP aja, ya paling tinggi SMA, terus yang anak laki-lakinya kaya dia (sambil nunjuk saya) nih, paling juga jadi supir angkot"..

Memang, saat itu keadaan ekonomi keluarga kami bisa dibilang kurang cukup. Tapi saya ingat sekali kata-kata itu, sangat ingat, dan bahkan tak bisa saya lupakan. Ya, kalimat itu selalu menjadi motivasi saya untuk terus belajar dikala rasa malas datang melanda. Menjadi cambuk bagi saya untuk terus berusaha dikala lelah datang mendekat.

Tahun pun terus berganti, Syukur alhamdulillah, saya dan kakak perempuan saya berhasil menamatkan studi S1 kami, dan yang lebih subhanallah lagi saat ini saya sedang studi S2.. Sedangkan anak-anak lelaki beliaulah yang menjadi supir angkot...
Allahuakbar.. Sungguh, Engkau maha kuasa atas segala sesuatu..

Jumat, 11 April 2014

I will make u smile and happy... I promise...
with everything I have, with everything I get, with everything I do..
Someday I'd say that I love you more often than forgive me.. I promise
I'll be the one who knows how to make you smile, not more clever apology ..
right now I'm learning to understand you, and always so..
every day, every hour, every moment of my life..

Kamis, 12 Desember 2013

FADILAH SURAT AL-WAQIAH


Bandung, 12 Desember 2013

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Postingan kali ini, saya benar-benar takjub dengan kebesaran Allah SWT.. Allahuakbar...
bukan bermaksud riya (sombong),, tapi tulisan ini hanya berniat untuk berbagi kebaikan dan agar level keimanan kita bertambah,, insya Allah
Berawal ketika saya sedang mengerjakan proposal tesis (saat ini saya sedang menempuh pendidikan program pascasarjana magister pendidikan matematika). Seperti biasa, sejak kuliah S1  jikalau saya mengerjakan tugas kuliah ataupun menyusun skripsi, saya selalu mendengarkan tausiyah ustadz Yusuf Mansur. Walaupun koleksi tausiyah yang saya punya hanya sedikit (tentang sedekah dan itu-itu aja judulnya yg diputar) tapi saya tak pernah bosan dengan tausiyah ustadz YM, saya selalu mendengarkan berulang-ulang, bahkan sampai pagi (sambil begadang). Dan hal ini selalu saya lakukan ketika mengerjakan sesuatu menggunakan Laptop.
Entah kenapa saya mulai hobby menbaca surat Al-Waqiah setelah mendengar tausiyah ustadz YM tentang “Fadilah Surat Al-Wa’qiah” (kalo ga salah mulainya saat mendekati sidang skripsi, Februari 2013). Isi tausiyahnya tentang pahala dan ganjaran bagi siapa saja yang membacanya. Saya belajar istiqomah membaca Al-Waqiah setiap ba’da shalat wajib. Saat itu saya membaca saja tanpa berpikir apa-apa, terutama tentang pahalanya..
Setelah sidang skripsi, saya menganggur (belum dapat pekerjaan). Lamaran yang saya ajukan disana-sini ditolak, entah kenapa saya juga bingung. Lalu saya ikut-ikutan mencoba tes seleksi program pascasarjana di salah satu PTN di Bandung. Ketika pengumuman kelulusan, saya merasa tidak percaya kalo saya lolos seleksi. Saat itu hanya ada sedikit kebahagiaan dipikiran saya, karena saya memikirkan uang kuliah nanti bagaimana... Namun, Alhamdulillah, saya mendapat beasiswa full untuk melanjutkan kuliah saya.. INI SEMUA KEHENDAK ALLAH
Hari ini (12-12-13) setelah shalat maghrib, seperti biasa saya melanjutkan dengan membaca surat Al-Waqiah.. selepas membaca Al-Waqiah, saya melanjutkan mengerjakan tugas proposal tesis saya sambil memutar recording tausiyah ustadz YM. Biasanya saya mendengarkan tausiyah tentang “sedekah”, namun kali ini saya merasa bosan dengan tema sedekah dan memilih mendengarkan tausiyah tentang “Fadilah Surat Al-Waqiah”. Saya pikir, “udah lama nih ga denger tausiyah tentang ini”.
Sambil mendengarkan dan mengerjakan proposal tesis, saya terfokus dengan perkataan ustadz YM ketika beliau berkata, “di Surat Al-waqiah ada 1810 huruf, tiap huruf yang kita baca akan dikalikan 10 pahala ketika kita membcanya”. Ketika mendengar perkataan itu saya berpikir, apakah benar? Kemudian saya mencoba mengingat-ingat kapan saya mulai hobby baca Al-Waqiah dan saya hitung-hitung hehe (karena kata ustadz YM, “kalo ga percaya coba aja dihitung!!”).
Inilah hasil perhitungan saya beasiswa saya:
  • Huruf dalam Al-Waqiah = 1810 huruf 
  • Pahala membaca 1 huruf = 10x 
  • Shalat wajib dalam sehari = 5x
  • Saya mulai hobby membaca (kira-kira) bulan Februari 2013, sedangkan beasiswa cair bulan November (bulan ke-11) = jarak februari-november = 10 bulan
1810 x 10 x 5 x 31hari x 5bulan (maret, mei, juli, agustus, oktober)  = Rp.  14.027.500
1810 x 10 x 5 x 30hari x 4bulan (april, juni, septemer, november)   =   Rp.  10.860.000
1810 x 10 x 5 x 28hari (februari)                                                         = Rp.    2.534.000  +
                                                                                                                 Rp.  27.421.000
Ya Allah,, saya baru ngeh jumlah itu sama persis seperti jumlah beasiswa saya untuk 1 semeter dan tepat cair bulan November.. subhanallah.. Allahuakbar...
Saya benar-benar yakin bahwa janji Allah pasti Dia tepati... Allahuakbar... mungkin tanpa beasiswa itu, dan khususnya tanpa kehendak Allah, saya tidak bisa melanjutkan kuliah....
jazakallah ustadz Yusuf Mansur atas ilmu yang ustadz sampaikan...

Selasa, 12 November 2013

Khasiat Ayat Kursi

Kamis, 26 September 2013

Setelah selesai kuliah, seperti biasa kami (aku, a Ahmad Dimyati (Banten), kak Sowanto (Bima, NTB), dan teh Leli (Sumedang)) berdiskusi materi kuliah yang baru saja selesai, yaitu mata kuliah Geometri. Ketika sedang asyik berdiskusi, kami dikagetkan oleh teguran salah satu karyawan di gedung Pusat TIK UPI, "punten aa dan teteh, waktu berkunjungnya sudah habis, sudah jam 5 sore lewat". Lalu pun menjawab, "iaa pak, maaf yah kami khilaf hehe... makasih yah pak sudah mengingatkan". 

Perjalanan pulang pun kami memilih melewati masjid Daarit Tauhid karena waktu udah mepet maghrib.. sepanjang perjalanan kami berdebat untuk hadir atau tidak dalam kajian rutin malam jum'at bersama Aagym.. karena pada kajian sebelumnya Aagym berkata bahwa beliau kemungkinan tidak bisa mengajar dipertemuan berikutnya karena beliau sudah berangkat melaksanakan rukun Islam yang ke-5... namun ketika akhirnya kami memutuskan untuk shalat mahgrib di masjid Daarut Tauhid hanya shalat maghrib lalu pulang ke kosan masing-masing, dan ternyata yang mengimami shalat kami adalah Aagym sendiri.. ba'da shalat kami langsung duduk ditempat kami shalat sambil mendengarkan kajian dari Aagym...berikut rangkuman isi kajiannya:

Khasiat Ayat Kursi:
1. Baca setelah shalat, Maka jarak antara kamu dan surga hanyalah kematian.

Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ، إِلا الْمَوْت 

“Barangsiapa membaca ayat kursi setelah setiap shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya dari masuk surga selain kematian.” 
(HR. ath-Thabrani no. 7532, dihukumi shahih oleh al-Albani)

2. Baca pada saat tidur, Malaikat akan menjagamu sepanjang malam.

Dalam kisah Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dengan setan yang mencuri harta zakat, disebutkan bahwa setan tersebut berkata,

“Biarkan aku mengajarimu beberapa kalimat yang Allah memberimu manfaat dengannya. Jika engkau berangkat tidur, bacalah ayat kursi. Dengan demikian, akan selalu ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.”

Ketika Abu Hurairah menceritakannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, beliau berkata,
“Sungguh ia telah jujur, padahal ia banyak berdusta.” (HR. al-Bukhari no. 2187)

Jumat, 12 Juli 2013

^^ Akhir yang Bahagia ^^

Hampir setengah tahun lebih aku berteman dengan Icha, gadis imut dan manja itu tak terasa ada dihatiku. Kami sangat dekat sekali sampai-sampai teman-teman sekelasku menganggap Icha sebagai adikku. Dulu bisa dibilang aku cowok yang pendiam tapi setelah kedatangan Icha disampingku aku jadi sedikit berubah, Icha selalu memberi warna disetiap hari-hariku.

Pagi itu aku melihat ke bangku Icha yang belum terlihat juga batang hidungnya, selang beberapa menit Icha pun datang sambil menekuk wajahnya.
"Kenapa Cha, lo belom ngerjain PR Matematika yah?" tanyaku.
"Bukan itu... kalo itu sih udah selesai dari kemarin... " jawabnya sambil ngambek.
"Terus kenapa donk... sampe-sampe mukanya kusut gitu?" ledekku.
"Gue berantem sama cowok gue... " jawab Icha sebel. Tubuhku rasanya seperti tersiram air panas yang sangat panas ketika mendengar jawaban itu keluar dari mulut mungilnya. Ternyata selama ini Icha sudah mempunyai kekasih. Dengan menahan rasa kaget aku pun kembali bertanya. "Emang masalahnya apa sampe lo berantem?"
"Ternyata selama ini Indra ngeduain gue, dia itu bener-bener playboy" jawabnya sambil marah-marah saking sebelnya. Aku tau walau Icha itu anak manja tapi dia bukan tipe cewek cengeng, paling-paling sebelnya segede gunung hehe...

----------------------------------------------oOo--------------------------------------------------

Keesokannya Icha menghampiriku sambil terlihat bahagia diwajahnya. Mungkin dia sudah baikan sama pacarnya itu, pikirku.
"Hai Dimas, lo tau gak kenapa hari ini gue seneng banget... " tanya si imut itu.
"Gue coba tebak... hari ini pasti ultah lo yah?"  jawabku ngaco dan Icha cuma menggelengkan kepalanya dan membuka mulutnya. Rasanya aku ingin menutup kupingku saat itu juga karena aku belum siap mendengar cerita Icha.
"Elo tau gak, semalem gue minta putus sama Indra. Gue nggak mau dia cuma mainin gue doank ... " Icha bercerita dengan ceria sekali. Kalo kabar itu sih aku juga seneng, kirain mau ngomong apa, jawabku dalam hati. Tapi... tunggu, tunggu... bukannya kalo orang putus kan sedih, tapi Icha kenapa seneng banget yah....
"Kok elo malah seneng sih Cha... ?" tanyaku penasaran
"Iya seneng lah... gue kan jadi bisa bebas, lagian gue udah bilang sama Indra kalo gue juga udah punya penggantinya dia ... " jawab Icha lagi. Haaaah..... apaaaa? pengganti....Kenapa sih jawabannya Icha selalu bikin gue bingung.

----------------------------------------------oOo--------------------------------------------------

Jam berganti jam, hari berganti hari tapi Icha tak juga memberitahu siapa yang jadi pengganti cowoknya itu. Pengennya sih nanya langsung tapiiii aku takut Icha marah karena mau tau aja urusan dia.

Sore itu aku dan Icha sepakat untuk shoping bersama ke salah satu tempat yang ramai di Jakarta. Dari nonton, belanja, makan, dan yang berbau kebersamaan telah kami lakukan. Memang sih pergi berdua seperti ini sudah kami lakukan berkali-kali tapi kali ini aku merasa berbeda, aku merasa sudah pacaran sama Icha dan rasanya ingin selamanya begini.

Karena hari sudah lumayan gelap kami putuskan shoping kali ini cukup sampai disini. Kami berjalan ke basement di lantai paling bawah. Kami mendengar ada suara yang memanggil nama Icha. Icha pun menoleh kearah suara tersebut begitu juga aku. Ada seorang cowok yang berlarian menuju kami, secepat kilat tangan Icha melingkar ketanganku, dalam hati aku bertanya-tanya siapa sih cowok itu? apa dia orang jahat? tapi aku cuma diam saja.

Cowok itu berhenti tepat didepan kamu dan menatap lama kearahku.... Lalu cowok itu berkata yang kata-katanya tak lebih seperti mengejek. "jadi... ini Cha cowok yang lo maksud???" perkataan cowok itu membuat aku bingung, benar-benar bingung dan penuh tanda tanya...

"Cowok kayak gini yang ngegantiin gue Cha?" tanya cowok itu lagi. Aku baru mengerti sekarang kalau cowok ini adalah Indra pacarnya Icha,, eeh salah, maksudku mantannya Icha...Sepertinya Icha tak menanggapi pertanyaan Indra. Icha langsung mengajakku untuk pergi. Tapi Indra berkata, "Cha... lo belom jawab pertanyaan gue?" mendengar kalimat itu Icha berhenti dan berbalik kearah Indra. 

"Elo bisa liat gak sih?" kata-kata Icha itulah yang membuatku kaget pake banget. Itu berarti .... "Udah jelas kan sekarang... gue mau pulang aah udah malem" Icha berkata sambil berjalan meninggalkan Indra yang terpaku sendiri disana.

"Cha.. maksud lo apa yang tadi itu... " belom sempet pertanyaanku selesai, Icha sudah menjawabnya. "Gue serius kok..." sambil masuk ke mobil, aku pun mengikuti Icha masuk ke mobilku. "Apa? gue gak salah denger?" kataku tersenyum kepadanya lagi. yang ditanya malah cemberut. "Coba bilang sekali lagii.." kataku tak percaya.

"Enggak aah... cewek itu dilarang ngomong kaya gituan, apalagi sampe dua kali..." katanya sambil pura-pura ngambek. "Jadi pengennya gue nih yang ngomong??" tanyaku ngeledek.
"Terserah.... kalo gak kepengen, ya gue pulang sama Indra" Icha menjebak. "Oke,, tapi jelasin sedikiiit aja kenapa lo bisa ngomong kaya tadi?" pintaku dan Icha mengangguk

"Ehmm... karena lo baik, pinter, dan dewasa dibandingkan gue.. dan yang paling penting lo itu jenius banget... So, gue jadi bisa nyontek deh.. hehhee" jelasnya diiringi candaan.
"Dasar..." kataku sambil mengjitaknya. "Mangkanya belajar yang rajin donk...."
"Iya... iyaa... tapi walau bagaimanapun juga gue nggak bakal bisa ngalahin lo kan... " Aku tersenyum bangga. "iiih... Ge-er,, yaudah sekarang ngomong..." pinta Icha
"Gue suka.... kita kayak gini, gue cintaaaa... manja lo, gue sayaaaang... sama lo. kalo lo sama dia, gue..... hmmm... mau pulang aaaaahhhh....hehhe" aku langsung menjalankan mobilku dan ....
"Aaah...... Dimas jahat.... yang terakhir belom tuuuh...." kata Icha sambil mukulin aku sampai tulang-tulangku hancur, padahal sih pake bantal, hehhe....

Semenjak itu hubungan aku dan Icha nggak tau harus dibilang apa, mau dibilang pacaran, saudara, teman, kakak-adik, atau apapun kami terima karena kami saling percaya satu sama lain. Karena itulah yang membuat kami bertahan dan bahagia


The End

Created by Q-One